JawaJawa TimurWisata Alam

Wisata Nasional Kawah Ijen

Wisata Nasional Kawah Ijen

Wisata Nasional Kawah Ijen. Kawah Ijen menjadi salah satu objek wisata yang paling menarik di Indonesia. Tempat ini sudah menjadi destinasi bagi para wisatawan dari berbagai negara. Api biru menjadi pertunjukan wajib dilihat di kawah Ijen yang berada di danau kawah yang luas pada malam hari. Kawah Ijen merupakan tempat penambangan belerang terbesar di Jawa Timur yang masih menggunakan cara tradisional. Ijen memiliki sumber sublimat belerang yang seakan tidak pernah habis dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri kimia dan penjernih gula.

Kawah Ijen menjadi salah satu kawah paling asam terbesar di dunia dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter dan memiliki luas kawah 5.466 hektar. Dengan luas 20 km menjadi salah satu kawah terluas di Pulau Jawa dengan kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.

Blue Fire di Kawah Ijen

Blue Fire di Kawah Ijen

Lokasi Akses Menuju Wisata Nasional Kawah Ijen

Gunung Ijen sendiri berada di kawasan Wisata Kawah Ijen dan Cagar Alam Taman Wisata Ijen di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso. Gunung ini berada 2.368 meter di atas permukaan laut dimana puncaknya merupakan rentetan gunung api di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru dan Merapi.

Terdapat dua rute untuk menuju Kawah Ijen, rute pertama adalah dari Banyuwangi menjuju Licin yang berjarak 15 Km yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat sekitar 30 menit. Rute ini sulit dilaui karena kondisi jalan yang rusak, biasanya digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen. Dari Kecamatan Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km. Bila menggunakan mobil, mobil yang digunakan harus bertipe 4×4 ( 4 wheel drive ) atau perpenggerak 4 roda karena sekitar 6 Km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yan gdinamakan tanjakan erek-erek yaitu berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam. Rute ini sering dipakai oleh truk pengangkut Belerang setiap hari. Dari Paltuding, anda dapat berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 3 kilometer menuju dasar Kawah Ijen.

Rute ke dua adalah jalan utara dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) melalui Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat. Rute ini memiliki kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus dan membuat rute ini lebih mudah dilalui. Rute ini dapat ditempuh dari Bondowoso kemudian menuju Wonosari lalu ke Sempol dan akhirnya ke Paltuding. Dari Situbondo sampai Paltuding adalah sekitar 93 km dan kondisi jalan bisa dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Dari Paltuding anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 Km.

Aktifitas Wisata di Kawah Ijen

Menjadi salah satu daftar wajib bagi para pendaki untuk menginjakkan kaki di Kawah Ijen. Pemandangan yang hanya ada di Kawah Ijen membuat para wisatawan rela meluangkan waktu untuk pergi melihat indahnya Kawah Ijen. Di pagi hari saat sinar matahari mulai muncul, kawah ini memancarkan kemilauan hijau toska. Disini juga wisatawan dapat melihat merapi di atas Gunung Ijen. Seperti kata pepatah “Air tenang menghanyutkan”, disini air Kawah Ijen tenang berwarna hijau kebiruan namun karena panasnya mencapai 200 derajat celcius anda tidak diperkenankan untuk meminumnya. Derajat keasaman Kawah Ijen mendekati nol sehingga bisa melarutkan pakaian bahkan tubuh manusia dengan cepat, jadi hindari mendekati air di Kawah Ijen.

Yang ditunggu wisatawan saat berada di Kawah Ijen adalah pijar api biru (blue fire) yang muncul sekitar pukul 01.00 dini hari saat matahari belum membiaskan pijarnya. Api biru tersebut keluar dari cairan belerang yang mengalir tanpa henti untuk dikeringkan oleh angin kemudian menjadi batu dan dicacah oleh para penambang. Bongkahan belerang di bawa oleh penambang dengan alat tradisional yang ditempatan pada dua kerangjang bambu dan dipakul menuruni gunung sejauh 3 km. Kalau anda merasa kuat, anda dapat mencoba memikulnya yang beratnya mencapai 100 kg, hehe jangan sampai jatuh ya.

Disebelah tenggara kawah terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen. Dibagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kli Banyupait. Sedia masker bila berkunjung di lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen karena disini gas vulkanik yang terlepas dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat. Dam Kawah Ijen ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air akkibat terjadinya rembesan air danau dibawah dam. Tapi bila anda pecinta sejarah, Dam ini dibangun sejak zaman Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur leel air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Untuk melihat dam kawah Ijen anda harus berhati – hati karena jalan menuju ke sana cukup sulit dan sering rusak karena longsor.

Fasilitas dan Akomodasi di Wisata Nasional Kawah Ijen

Terdapat penginapan di Paltuding, tersedia 2 wisma milik Departemen Kehutanan yang dapat disewa untuk umum mulai dari harga Rp 100.000 – Rp 300.000 per malamnya. Perbedaan tersebut hanya pada kamar mandi yang ada di dalam dan diluar. Bila anda adalah pendaki yang sudah membawa tenda, tidak ada salahnya anda mendirikan tenda di camping ground, ya irit dikitlah.

Di Paltuding ada warung yang letaknya tidak jauh dari dapur pengolahan belerang. Di warung ini anda dapat membeli cenderamata berupa kaos bergamar Kawah Ijen atau yang menarik adalah miniatur kerangjang belerang ang terbuat dari bambu diisi dengan serpihan kecil belerang kuning.

HTM Wisata Nasional Kawah Ijen

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp 5.000,- pada hari kerja dan Rp 7.500 untuk hari libur. Sedangkan wisatawan asing (WNA) Rp 100.000 pada hari kerja serta Rp 150.000 pada hari libur.

Untuk pengunjung yang ingin bermalam dan menyewa penginapan Perhutani harus mengeluarkan Rp 150.000 per malam, dan wisatawan yang ingin membangun tenda dikenakan tarif Rp 15.000 per tenda.

Tarif tersebut berlaku mulai 1 Agustus 2014. Tarif dapat berubah sewaktu – waktu.

Tips Berwisata di Kawah Ijen

  1. Bawalah peralatan treking yang ringan dan tidak lupa bekal air minum, yang paling penting juga adalah jangan lupa membawa sapu tangan basah atau masker penutup hidung yang sangat diperlukan karena sering kali arah angin membawa asap menuju ke jalur penurunan. Bila tanpa masker, anda akan dipaksa memunggungi kawah.
  2. Bila ingin menuju bawah Kawah Ijen demi melihat api biru maka anda wajib menyewa seorang pemandu setempat yang berpengalaman. Pemandu setempat hafal pijakan batu yang aman dan waktu serta lokasi terbaik untuk yang suka berfoto.
  3. Pendakian dari Paltuding ditutup setelah pukul 14.00 WIB karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang menarah ke jalur pendakian. Bila anda seorang pendaki, maka lakukanlah di pagi hari sebelum belerang naik. Jika mendaki di atas pukul 10.00 WIB maka kecil kemungkinan bisa melihat kawah secara utuh.
  4. Bila ingin selamat saat mengunjungi Kawah Ijen, ada beberapa rambu yang harus anda taati.
  5. Yang masih ingin berpetualang menyusuri Kaldera di kawah ini, persiapkan fisik dan perlengkapan yang lengkap karena perjalanan memakan waktu hingga 8-10 jam berjalan kaki.

Galeri Wisata Nasional Kawah Ijen

Anda ingin melihat galeri foto Wisata Nasional Kawah Ijen? Anda dapat melihatnya di akun instagram kami di @wisata.nasional. Kami juga selalu mengupdate galeri foto tempat wisata di Instagram kami. Jadi apabila anda ingin melihat artikel tempat wisata terbaru melalui instagram anda, anda dapat memfollow Instagram wisata.nasional.

Punya cerita tersendiri saat berlibur di Wisata Nasional Kawah Ijen dan anda ingin cerita tersebut di publish di WisataNasional.net? Anda dapat mengirimkan cerita anda kepada kami di menu Kirim Pengalaman Wisata.

Share:

3 comments

  1. mesin laundry hotel 15 December, 2017 at 04:09 Reply

    Tidak harus wisata ke luar negeri negri kita sudah indah… kalo ada waktu saya ingin sekali main ke sana..

Leave a reply